Mengapa Harus Belajar Bela Negara dari Iran?
Relevansi Strategis bagi Indonesia dalam Menghadapi Ancaman Geopolitik Global Dr. Andi Azikin, M.Si(Associate Professor Fakultas Politik Pemerintahan IPDN) Pendahuluan Dalam […]
Relevansi Strategis bagi Indonesia dalam Menghadapi Ancaman Geopolitik Global Dr. Andi Azikin, M.Si(Associate Professor Fakultas Politik Pemerintahan IPDN) Pendahuluan Dalam […]
Oleh: Dr. Riyan, M.Ag Wacana pemerintah untuk “menyortir” bahkan menutup program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri memantik
Ketika Kampus Dipaksa Tunduk pada Industri: Pendidikan untuk Siapa? Read Post »
Oleh: Dr. Suswanta Reshuffle kabinet kembali terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, publik disuguhi pergantian pejabat yang begitu cepat—bahkan sebelum setengah
Reshuffle yang Terlalu Sering: Evaluasi Kinerja atau Gejala Ketidakstabilan Kekuasaan? Read Post »
Oleh: Dr. Riyan, M.Ag Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Universitas Hasanuddin tampaknya, pada pandangan pertama, adalah kabar baik.
Kampus, Gizi, dan Kekuasaan: Di Mana Batas Independensi Akademik? Read Post »
Oleh: Dr. Suswanta Kasus penetapan Ketua Ombudsman RI sebagai tersangka dalam perkara korupsi tambang nikel di Sulawesi Tenggara seharusnya tidak
Korupsi yang Mengakar: Ketika Masalahnya Bukan Lagi Oknum, Melainkan Sistem Read Post »
Oleh. Muhadam Labolo Telah lama publik di Indonesia mempersoalkan, mengapa syarat pendidikan sebagai pejabat politik terlalu rendah. Menjadi anggota legislatif
Oleh. Muhadam IRAN dengan semua kekhasannya; keterisolasian ekonomi, keterasingannya dari Arab, serta keminoritasan dari Syiahnya kini eksis. Apa yang membuat
Oleh: Dr. DaengKin, Associate Professor, Fakultas Politik Pemerintahan IPDN Konflik besar di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel versus Iran memasuki fase
Perang AS-Israel versus Iran, Siapa yang Menang? Read Post »
Oleh. Muhadam Ketika Iran memperlihatkan eksistensinya lewat strategi dan teknologi perang dihadapan Israel dan Amerika, dunia seakan bangun dari tidur
Oleh. Muhadam Ketika Ryaas (1999) memaknai pemerintahan, Ia mulai dengan imaji ketidakteraturan. Sebuah realitas penuh kekacauan sebagaimana kecemasan Hobbes saat
Perbandingan Pemikiran Ryaas & Talizi dalam Reformulasi Pemerintahan Read Post »